“Aruna berpesan pada Ibu, dia tak ingin sampai Brian ataupun keluarganya tau, kalau dia ada disini.” Ibu Vio menoleh ke arah Thomas. Menatap pria dengan tubuh tegap dan kekar, wajahnya yang tampan dengan rahang yang ditumbuhi bulu-bulu halus. “Nak Thomas bisa Ibu percayakan?” Ibu Vio tak ingin sampai Thomas memberitahu Brian dan keluarganya tentang keberadaan Aruna saat ini. Thomas menganggukkan kepalanya dengan menepiskan senyumannya. “Ibu bisa percaya sama saya. Apa saya boleh bertemu dengan Aruna?” Ibu Vio kembali menatap ke arah Aruna yang tengah tertawa bersama dengan gadis kecil yang bersamanya. “Boleh, Nak Thomas. Tapi tidak untuk saat ini. Ibu hanya tak ingin sampai Nak Brian tau keberadaan Aruna. Lebih baik sekarang kita kembali.” Thomas mengangguk mengerti. Dirinya juga tak

