Empat bulan telah berlalu, akhirnya Hanan dan Aruna sudah resmi bercerai. Semua proses berjalan dengan lancar, karena Hanan maupun Aruna sudah mantap untuk mengakhiri pernikahan mereka. Meski sulit untuk menerima semuanya, Hanan tetap melepas Aruna, wanita yang sangat dicintainya. Dirinya juga tak boleh egois, dengan mengikat Aruna dalam pernikahan yang sama sekali tak Aruna inginkan. “Na, boleh aku memelukmu untuk terakhir kalinya?” Aruna menganggukkan kepalanya dengan senyuman di wajahnya. Hanan lalu melangkah mendekat, memeluk Aruna dengan sangat erat. “Na, aku harap kamu akan bahagia kali ini.” “Hem.” Hanan lalu melepaskan pelukannya. “Apa rencanamu setelah ini?” “Aku akan memberitahu Mama dan Papa tentang perceraian kita.” “Kalau begitu aku ikut denganmu. Aku yang akan menje

