Aruna membuka kedua matanya. Dirinya tak menyangka, akan ketiduran di sofa yang ada di balkon kamarnya. Yang terakhir dirinya ingat, semalam dirinya tengah berbicara di telepon dengan Hanan. Mungkin setelah itu dirinya ketiduran dan tak mengingat apa-apa lagi. Aruna mengambil ponselnya yang ada di sebelahnya, menyalakannya untuk melihat angka digital yang tertera di layar ponselnya. “Astaga! aku kesiangan!” Aruna bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Hari ini dirinya berjanji untuk mengantar Hanan ke bandara. Itu adalah permintaan terakhir Hanan pada Aruna. Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, Aruna bergegas keluar dari kamarnya. “Sayang, kamu mau kemana?” Daren yang ingin berangkat ke kantor, melihat Aruna yang tengah terburu-buru menuruni tangga. “Em... A

