Harapan palsu

2953 Kata

Ines mengernyitkan dahinya, saat melihat Brian dan Aruna masuk ke dalam rumah sambil tertawa. Terlihat jelas raut wajah bahagia di wajah Brian dan Aruna. “Ma....” Brian dan Aruna mencium punggung tangan sang mama. “Kalian habis dari mana? kenapa kalian terlihat begitu bahagia?” tanya Ines penasaran. "Mereka gak menjalin hubungan secara diam-diam kan?" gumamnya dalam hati. Aruna merangkul lengan sang mama. Ia lalu tersenyum. “Coba Mama tebak. Kemana Kak Brian ajak Aruna pergi tadi?” Ines menatap Brian yang sejak tadi senyum-senyum sendiri sambil menatap ke arah Aruna yang saat ini terlihat sangat bahagia. “Memangnya kamu ajak adik kamu kemana, Sayang, sampai adik kamu sebahagia ini?” “Kak Brian ajak Aruna ke tempat yang dulu sering kita datangi saat liburan itu lho, Ma. Kalau kesana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN