“Sayang! sudah selesai belum!” Brian berteriak dari bawah tangga dengan kepala mendongak ke atas. Dirinya tengah menunggu Aruna yang sedang bersiap-siap. Siang ini Brian akan mengantar Aruna ke kampus, karena Aruna ada jadwal masuk kelas siang. Selama Aruna kuliah, dirinya akan menjadi supir gadis itu. “Bentar, Kak!” teriak Aruna keras sambil mengambil tas selempangnya lalu memakainya di tubuh mungilnya. Aruna bergegas keluar dari kamarnya. Ia melihat sang kakak yang sudah menunggunya dibawah tangga. Senyuman manis terukir di wajah cantiknya kala melihat penampilan sang kakak yang terlihat begitu tampan siang ini. Aruna bersyukur ada pria setampan dan sebaik Brian yang tulus mencintainya. Bahkan pria tampan itu rela melakukan apapun untuk tetap bisa bersamanya. Aruna mulai menuruni an

