Aruna saat ini tengah sibuk mempelajari berkas-berkas yang Thomas berikan padanya. Dirinya mulai bisa memahami tentang apa yang tertulis dalam berkas itu. Hingga tanpa terasa waktu sudah memasuki jam makan siang. Aruna mengangkat wajahnya, mengalihkan tatapannya dari berkas yang ada di atas meja, hanya untuk melihat Thomas yang masih sibuk dengan layar datar yang ada di depannya. Ini pertama kalinya dirinya melihat Thomas seserius itu. Selama ini dirinya hanya melihat sisi Thomas yang urakan. Tapi selalu membantunya saat dirinya dalam kesusahan. Aruna teringat saat kakak tingkatnya mengganggunya dulu, karena Sela cemburu melihat kedekatannya dengan Thomas. Ia tak menyangka, sosok yang saat ini tengah sibuk dengan benda yang ada di depannya itu ternyata begitu menarik bagi para gadis

