Hingga keesokan harinya, Iren merasa tubuhnya remuk redam. Bahkan saat ini dirinya merasa tubuhnya seperti tengah tertimpa beban yang sangat berat. Dengan perlahan Iren mulai membuka kedua matanya. Ia melihat sebuah tangan kekar tengah memeluknya. “Apa semalam aku dan Kak Brian benar-benar melakukannya?” gumam Iren dalam hati. Semalam Iren seperti tengah bermimpi sedang melakukan hubungan suami istri dengan Brian. Dia bahkan merasa sangat puas, seakan rasa hausnya langsung hilang dalam sekejap. Tapi, kedua mata Iren seketika langsung membulat dengan sempurna, saat melihat si pemilik lengan kekar yang tengah memeluknya. “Kak Thomas! ke-kenapa Kak Thomas ada di kamarku?” gumamnya terkejut. Iren lalu menatap sekeliling kamar itu. “Dimana aku? i-ini bukan kamarku?” gumamnya dalam hati.

