Perang dingin antara Sarah dan Ben masih berlangsung. Sepulangnya dari rumah sakit pada pukul sembilan pagi, Sarah langsung masuk ke kamarnya. Ia juga tidak menjawab saat Helen memanggilnya untuk sarapan. Ben juga tampak sama keras kepalanya dengan putrinya. Lelaki itu langsung melengos saat melihat Sarah melewati ruang tengah menuju kamar. Ia pura-pura tidak melihat dan seolah menyibukkan diri dengan acara yang ia tonton. Helen akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mengantarkan piring berisikan roti isi untuk putrinya ke kamar. Aku ikut menyelinap masuk saat Helen perlahan membuka pintu setelah mengetuk terlebih dahulu. Sarah sedang duduk berselonjor di atas ranjang. Ia masih memakai pakaian yang sama dengan yang dipakainya kemarin, pertanda ia belum membasuh tubuhnya. Ia terlihat

