Xia He menghela nafas kesal kala kembali mendengar tangisan Pangeran Anming. Terasa sangat menjengkelkan baginya. Belum lagi tubuh mereka masih menempel satu sama lain, tentu semakin menambah kekesalannya. Omelan hendak keluar dari mulutnya akan tetapi Pangeran Anming lebih dulu bersuara. "Xia jangan marah." Rengeknya seperti anak kecil sembari menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Xia He. Pukulan kuat mendarat di punggung Pangeran Anming hingga Pangeran itu tersentak kaget tapi tetap tidak melepaskan pelukannya. "Bagaimana aku tidak marah kalau kau menyebalkan seperti ini?!" Tanya Xia He kesal. Pangeran Anming memberi sedikit jarak di antara mereka namun tangannya masih bertengger manis di pinggang Xia He. Lalu, ia menatap Xia He dengan tatapan sedihnya. "Memangnya Anming menyebalka

