Xia He melepaskan pelukannya lalu mencubit kedua belah pipi Pangeran Anming dengan senyuman gemasnya. "Kenapa kau menjadi setegang ini? Apakah kau memang merencanakan sesuatu di belakangku, hm?" Pangeran Anming mengerjap polos. Tangan kanannya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Cengiran manis muncul di bibirnya. Gigi putih nan rapinya terlihat. "Anming memang merencanakan sesuatu di belakang, Xia. Xia jangan marah." Rayunya sambil mengedip-ngedipkan mata imut, berharap Xia He luluh padanya. Xia He tersenyum geli melihat tingkah menggemaskan sang suami. "Jadi, apa rencanamu, Miming?" Pangeran Anming menyatukan kedua jarinya sambil menatap Xia He ragu. "Anming berencana membawa Xia jalan-jalan besok. Apakah Xia mau?" Xia He tersenyum manis sehingga matanya membentuk bulan sab

