Hujan badai yang tiba-tiba mengguyur London malam itu seolah mencerminkan kekacauan yang sedang terjadi di bawah permukaan Sterling Global. Di dalam kantornya yang hanya diterangi oleh pendar biru dari deretan monitor, Alaric Sterling duduk terdiam. Di hadapannya, Silas Vane baru saja meletakkan sebuah berkas hitam tebal yang masih terasa dingin karena terkena tetesan air hujan. "Kami baru saja menyelesaikan ekstraksi data dari peladen pribadi Julian dan Harris yang kami sita kemarin, Tuan," suara Silas terdengar berat, membawa beban informasi yang baru saja ia temukan. "Ini bukan sekadar korupsi biasa. Ini adalah kanibalisme korporat yang terstruktur." Alaric mengambil dokumen itu, jemarinya membalik halaman demi halaman dengan presisi yang menakutkan. Matanya menyipit saat melihat rang

