Whitechapel bukan tempat bagi sepatu seharga dua ribu poundsterling. Di sini, udara terasa lebih berat, membawa aroma besi tua, sisa pembakaran mesin, dan keputusasaan yang mengendap di sela-sela bata merah bangunan era Victoria. Alaric Sterling melangkah keluar dari Range Rover hitamnya, membiarkan gerimis tipis London membasahi bahu jas mahalnya. Ia menatap sebuah bangunan bekas pabrik tekstil yang tampak seolah-olah hanya ditopang oleh doa dan karat. Di lantai dua bangunan ini, sebuah papan kayu miring tergantung dengan rantai yang berderit ditiup angin. Tulisan "Nexus Labs" hampir pudar, dengan huruf ‘X’ yang tampak lelah dan siap jatuh ke trotoar kapan saja. "Tempat ini... tidak memenuhi standar keamanan dasar, Tuan," suara Silas Vane memecah keheningan. Ia berdiri di samping Alaric

