Rossie terlihat duduk di sofa, wajah Rossie begitu pucat, perutnya terasa kembung dan keras sesekali ia akan bersendawa dengan rasa asam di mulutnya bahkan dadanya terasa panas. "Ya Tuhan kenapa lagi denganku?" Gumam Rossie lemas sebelum perhatianya dicuri oleh bunyi bel pintu. Rossie segera beranjak dari duduknya lalu berjalan tertatih menuju pintu, Rossie tahu yang ada di balik pintu pasti adalah Harry karena ini sudah hari dimana Rossie janjikan untuk membayar, tepat saat Rossie membuka pintu tebakan Rossie benar sosok Harry kini sudah berdiri tegak di depan pintu. Harry terlihat menyerengit melihat kondisi Rossie yang pucat, lemas dan berkeringat "Kau baik-baik saja?" Tanya Harry dari raut wajah Harry ia terlihat sangat khawatir melihat kondisi Rossie. "Apa pedulimu padaku." Jawaba

