Rossie yang kesal atas perlakuan Harry segera menutup pintu rumahnya dengan kasar, sangking kerasnya suara pintu yang tertutup itu membuat Harry yang saat itu masih di pekarangan rumah milik Rossie menoleh menatap pintu kini yang telah tertutup itu. "Tapi kalau dipikir-pikir kasian juga dia, dikhianati pacar dan sahabat, pacarnya meminjam sertifikat rumahnya untuk penganjuan peminjaman setelahnya uang itu dipakai untuk biaya pernikahan pacarnya dan sahabatnya. Nasib si Rossie sungguh malang, apa mungkin karena itu dia menjadi gadis stres seperti ini." pikir Harrry lalu kembali melanjutkan perjalananya menuju motornya. Sementara di dalam rumah Rossie juga terdengar ngomel-ngomel "Dia lelaki termodus, bisa-bisanya di memeluk ku dalam keadaan ku yang linglung mengambil kesempatan dalam kese

