Aku menatap ke arah Genta dengan tatapan mata bingung. Kenapa dari cara bicaranya Genta seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari wanita ini. Dan saat dia mengenalkanku sebagai rekan kerjanya, aku merasa sedikit tersinggung. Jadi hanya sebatas itu aku baginya? “Oh! Syukur deh, aku nggak perlu memberitahu Daya tentang hal ini,” ujarnya dan kali ini benar-benar membuatku terkejut. Jadi wanita ini ada hubungannya dengan Daya, mantan istri Genta? “Ya sudah deh, lanjutin aja makan kalian lagi. Suamiku sudah nunggu di parkiran,” ucapnya dan segera berlalu dari hadapan kami. Dia bahkan nggak mengucapkan satu patah kata pun padaku. “Kenapa semua ini masih ada hubungannya dengan Daya?” tanyaku beberapa saat setelah wanita itu pergi. Wajah Genta terlihat gelisah dan kali ini aku benar-benar yak

