57. Selamat ya

1601 Kata

Semenjak hampir semua orang di lantai enam ini tahu hubunganku dan Genta, rasanya aku nggak bisa makan siang dengan tenang lagi. Setiap berada di food court bersama Genta, pasti ada aja beberapa pasang mata yang menatap kami baik itu secara nggak langsung maupun secara terang-terangan. Genta sih kelihatannya biasa aja, nggak terlihat terganggu. Beda denganku yang mau menyuapkan makan aja rasanya sulit. Aku seperti merasakan tatapan penuh rasa ingin tahu itu sedang melihatku dari ujung kepala hingga kaki. Begini deh resikonya dapat pacar yang populer. Bagiku banyak nggak enaknya sih, cobaannya terlalu banyak. Menghadapi Brenda aja kadang rasanya aku nggak kuat, gimana kalau menghadapi yang banyak kayak gini. Orang tua Genta baru saja pulang tadi pagi setelah berdiskusi panjang dengan Pap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN