18. Jangan Khawatir

1608 Kata

Seharusnya hari ini aku ijin nggak masuk kerja aja daripada mendapat kenyataan Genta datang menjemputku. Dia menepati janjinya dengan datang sebelum aku sempat ngapa-ngapain, bahkan dia datang sebelum aku bangun. Mama yang heboh karena ada orang yang mencariku di pagi buta, buru-buru membangunkanku.  Ini benar-benar di luar nalarku. Kenapa dia melakukan hal yang sia-sia seperti ini? Semuanya sungguh nggak bermanfaat. Yang ada aku malah kesal karena dia mengganggu jam tidurku yang harusnya aku bisa tidur setengah jam lagi. "Aku sudah bilang kalau bisa ke kantor sendiri," omelku saat melihat Genta telah duduk dengan manis di ruang tamuku. Tampaknya Mama nggak tega membiarkannya kedinginan karena menunggu di luar. "Jalan akan macet jika aku telat menjemputmu," sahutnya tanpa memberi penjel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN