23. Hari yang Buruk

1629 Kata

Alarm ponselku berbunyi berkali-kali dan aku kesulitan untuk menggapai benda kecil itu. Mataku enggan terbuka karena rasanya aku masih sangat mengantuk. Saat mataku terbuka pelan, sebuah ingatan terlintas di kepalaku. Tidak ada Genta di kamar ini! Apakah semalam hanya mimpi? Tapi kenapa rasanya begitu nyata? Tidak, ini bukan mimpi. Genta benar-benar berada di kamarku semalam. Wangi parfumnya masih tercium jelas di seluruh tempat tidur ini. Bahkan beberapa bagian tubuhku juga tercium jelas wangi parfum khasnya. Aku meraba bibirku perlahan. Apakah artinya ciumannya semalam juga bukan mimpi. Wajahku terasa merona saat mengingat bibirnya mengecup bibirku dengan lembut. Rasa ciumannya terasa sangat berbeda. Kali ini dia melakukannya dengan sangat lembut sampai aku merasa ketagihan karenanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN