34. Beruntung

1582 Kata

"Kata anak-anak, mereka pergi bareng setelah pulang kantor ini," kataku pada Genta. Acara pernikahan salah satu karyawan accounting yang sebenarnya nggak kukenal akan dilangsungkan sore ini. Aku memberitahu Genta, siapa tahu dia mengijinkan aku pergi bersama Ranu dan Manda. "Kamu bareng aku," ucapnya tanpa bicara hal yang lain lagi, dia bahkan nggak menoleh ke arahku karena sibuk dengan komputernya. "Nggak boleh bareng yang lain?" tanyaku penuh harap. "Nggak," jawabnya singkat. Aku menarik napas panjang dan meletakkan lembaran dokumen yang harus ditandatanganinya. Jika Genta sudah bersikap dingin seperti itu, artinya dia nggak mau diganggu dan aku harus mendengar apa yang dikatakannya. "Gimana? Boleh nggak?" tanya Ranu penuh harap. Dia yang memberi ide padaku agar bertanya pada Genta b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN