Maya dan Brenda nggak diketahui keberadaannya lagi setelah sampai di hotel tempat acara pernikahan dan turun dari mobil Genta. Aku bersyukur, yang artinya saat pulang nanti mereka nggak perlu menumpang mobil Genta lagi. Gimana nggak pelit dengan orang yang rasa ingin tahunya terlalu akut seperti itu. “Ini acara pernikahan pertama yang kudatangi selama di Jakarta,” ujar Genta dan membuatku menatapnya bingung. “Kenapa? Nggak pernah ada yang beri undangan ke kamu?” tanyaku polos. “Aku nggak suka datang sendiri,” jawabnya. “Loh teman-teman dari Global Oil, kan banyak. Kamu nih pilih-pilih teman sih,” cetusnya dan membuatnya mencubit pipiku. “Aku maunya sama kamu, bukan sama teman-teman,” ujarnya dan membuatku meliriknya dengan salah tingkah. Genta mengucapkannya dengan wajah serius dan te

