Aku seperti membawa pacar gelap menyelinap ke rumah. Padahal saat ini sedang nggak ada Papa dan Mama di rumah, tapi tetap saja aku merasa berdebar. Bagaimana kalau tiba-tiba ada tetangga rumah yang melihat aku membawa Genta ke rumah dan melaporkannya kepada kepala RT, dan kemudian kami akan digerebek oleh warga sekampung? Ah! Seperti sinetron tontonan Mama mempengaruhi pikiranku malam ini. Tenang Jyan, lagi pula aku nggak berniat buruk dengan membawa Genta ke rumah. Hanya mempermudah kami untuk berangkat ke bandara besok pagi. "Sebentar aku siapkan kamar tamu dulu ya," kataku sambil bergegas masuk ke rumah. "Nggak perlu, aku tidur di luar aja. Lagi pula nggak bakal terasa, sebentar lagi juga sudah pagi," sahutnya. "Jangan, di kamar aja," larangku. Mana tega aku membiarkan Genta tidur k

