38. Mendekat

1664 Kata

"Papa mana?" tanya Genta pada adiknya. "Nggak tahu ke mana. Waktu Laras bangun tadi, Papa sudah nggak ada di rumah," sahut Laras. "Ayo masuk," ajak Genta dan membuatku menatapnya dengan ragu apalagi saat membayangkan jika ada Daya dan anaknya di dalam sana. Walaupun hubungan pernikahannya dengan Genta hanya di atas kertas, tapi tetap saja dia adalah mantan istri Genta. Dan kata mantan istri itu membuatku merasa nggak nyaman. "Nah ini Dimas." Tante Ajeng keluar dengan membawa seorang anak laki-laki berambut ikal. Wajahnya imut dan menggemaskan. "Pa...pa," ucapnya sambil menyorongkan tangan kecilnya pada Genta. Tanpa menunggu lama, Genta segera membawanya ke dalam gendongan dan menciumnya beberapa kali. "Sudah hampir setengah tahun kamu nggak pulang, tapi Dimas masih ingat aja sama kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN