Dava merasakan pusing di kepalanya, dengan kedua tangan memijat kedua pelipisnya, ia mencoba untuk membuka kedua matanya. Ia menatap sekeliling ruangan itu. “Dimana gue?” tanyanya pada dirinya sendiri. Hingga kedua matanya menemukan sosok yang saat ini tengah duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu sambal melipat kedua tangannya di depan dadanya. “Sudah bangun lo.” “Jo, ngapain lo disini?” Dava mencoba untuk bangun, lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang. Ia Kembali menatap sekeliling ruangan itu, ternyata dirinya berada di kamar apartemennya. “Lo yang bawa gue kemari?” “Hem.” Jonathan beranjak dari duduknya, lalu melangkah menuju ranjang, berdiri tepat di samping ranjang masih dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya. “Jadi lo ninggalin Siska di hotel sendirian, lo ma

