Tidak ada manusia yang sempurna

2153 Kata

Dava menarik selimut untuk menutup tubuh Siska, sepertinya istrinya itu benar-benar kelelahan setelah melayaninya sampai tiga kali berturut-turut. “Istirahatlah, nanti aku akan membangunkan kamu,” ucap Dava lalu mengecup kening Siska dengan sangat lembut. Dava lalu beranjak dari ranjang, melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah ini dirinya harus menghadiri meeting. Setelah selesai memakai pakaiannya, ia melangkah keluar dari kamar pribadinya di ruang kerjanya itu. Saat Dava ingin duduk di kursi kebesarannya, ia mendengar suara pintu diketuk. “Masuk,” sahutnya lalu mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Pintu terbuka dengan perlahan, Rini terlihat tengah berdiri di depan pintu, lalu melangkah masuk ke dalam ruangannya. Ia menatap ke sekeliling ruangan itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN