Bab 42

1122 Kata

Bara baru saja pulang dari kantor ketika matanya menangkap sesuatu yang tidak biasa. Mia, dengan langkah perlahan, muncul dari kamar tamu sambil membawa koper besar. Arahnya menuju dapur. Bara menghentikan langkahnya di ruang tengah, menyipitkan mata melihat pemandangan di depan mata. “Mia, mau dibawa ke mana koper itu?” tanya Bara, nadanya campuran rasa ingin tahu dan kebingungan. Mia menghentikan langkahnya, menoleh sambil tersenyum kecil, mencoba menyembunyikan kegelisahannya. “Ke kamar belakang, Mas,” jawabnya ringan. Bara mengerutkan dahi. “Itu koper kamu, kan?” Mia mengangguk, senyumannya tetap dipaksakan. “Iya.” "Kenapa dibawa ke belakang?” Bara melipat kedua tangannya, menatap tajam. Mia menelan ludah, mengalihkan pandangan untuk menghindari tatapan Bara yang terasa seperti i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN