“Kamu sudah siap?” Ema bertanya pada Arlo yang langsung mengangguk semangat. “Tenang saja, Cyra pasti mau ketemu kamu sekarang,” lanjut Ema, tangannya menepuk pelan lengan Arlo untuk menghibur pria itu. Tahu bahwa lelaki itu begitu sedih karena Cyra tidak mau Arlo berada di dekatnya bahkan muncul saja sudah membuat anak itu ketakutan. Ema bangkit pelan dari kursi samping Arlo, wanita itu pulih dengan cepat meski belum sepenuhnya. Beberapa memar masih kentara ada di wajahnya, luka juga masih basah dan masih butuh pengobatan. Tapi Ema sudah lebih kuat, dia membawa sebuah kue ulang tahun dengan krim putih dan dihiasi dengan banyak buah sehingga membuat kue itu tampak sangat cantik. Ema sengaja meminta Arlo membelikan kue yang terpasang lilin angka dua itu secara khusus untuk diberikan p

