“Sudah kamu serahkan semua?” Bima, pria dengan mata berkantung itu bertanya pada seorang lelaki yang berdiri tepat di depannya. “Bagus! Ingat, jangan sampai kita mengecewakan mereka.” Bima mendekat dan menepuk-nepuk bahu teman prianya itu. “Bim, sampai kapan lo bakalan sembunyi kayak gini?” Bima tampak terkejut lalu tersenyum miring. “Gue gak suka tampil, Fer! Lo silakan nikmati semua usaha gue, pakai nama bisnis gue ini.” “Tapi lo tahu ‘kan kalo misalnya lo dikenal, lo bisa dapat kehormatan yang semua orang mau itu. Ini lo ke tempat ramai aja gak ada yang kenal lo, lo bahkan pernah dipukul preman pasar gara-gara mereka gak tahu kalau lo itu bosnya!” Bima kembali menggelengkan kepalanya. “Gak semua orang ingin ketenaran, Fer. Memang benar kata lo, di dunia gelap dan kotor ini,

