28. Titik Terang

1220 Kata

“Dia tidak terlacak, Tuan.” “APA?” Arlo berdiri dari kursinya, berjalan cepat ke arah Hans dan mendorongnya kencang. “Apa maksudmu dia tidak terlacak, Hans? Adakah manusia di kota ini yang tidak bisa kau cari?” Arlo kembali mendorong tubuh Hans. “Saya sudah mengerahkan semua anak buah saya, menemui semua kenalan saya tapi memang orang itu tidak terlacak,” jelas Hans. Kepalanya menunduk, dia juga merasa dirinya gagal. Bayangan Ema dan Cyra memenuhi kepalanya. “Maaf.” Hanya itu yang bisa Hans katakan. “Dia pasti bisa ditemukan, Hans. Dia bukan hantu,” ujar Arlo. Lelaki itu mundur sebentar, mencoba mengingat-ingat apa saja yang bisa membantunya menemukan Ema juga Cyra. “Hans,” panggil Arlo. “Kamu masih punya kontak orang pulau?” tanya Arlo. Mata Hans membesar, merasa telah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN