Arlo menambah laju motornya apalagi saat dia sudah mendapatkan lokasi Hans terakhir dari posisi sinyal ponselnya. Rasa khawatirnya bertambah membuatnya mengemudikan motornya dengan ugal-ugalan. Tanpa helm dengan kecepatan tinggi pula, benar-benar sebuah perbuatan yang tidak bisa dicontoh. Arlo menatap sebuah rumah besar yang dia yakini sebagai tempat penjahat itu karena di sinilah sinyal ponsel Hans terakhir terdeteksi. Arlo melihat ke arah pagar yang ternyata terbuka sedikit. Tanpa menunggu, lelaki itu menerobos masuk lewat pagar itu dan menemukan ada banyak orang di sana yang tengah saling mengacungkan pistol. Ada Hans di sana yang juga tengah mengarahkan senjatanya ke arah pria-pria berpakaian serba hitam itu. Dalam hati Arlo lega melihat Hans masih hidup. “Pak Arlo! Anda tidak se

