31. Trauma Cyra

1162 Kata

Arlo berjalan pelan menyusuri lorong rumahnya, mengarahkannya pada pintu di ujung ruangan. Cahaya lampu yang temaram dengan warna kuning hangat mengiringi langkah kaki Arlo yang semakin dekat dengan ruangan itu. Dua orang pria berbadan besar yang berdiri di sisi pintu itu langsung menyambutnya dengan menunduk hormat. “Anda sudah ditunggu,” ucap salah satu dari mereka. Arlo tidak menjawab, dia hanya menangguk lalu melangkah masuk saat seorang pria lain membuka pintu untuknya. “Anak bodoh!” Bukan kata sapaan yang diterima Arlo begitu pria tua itu melihat wajah cucu laki-lakinya itu melainkan kata makian dan juga lemparan sebuah buku. Arlo yang tidak menghindar membuatnya terkena lemparan buku itu tepat di wajahnya. Namun pria itu bergeming, dia hanya menatap lurus ke depan. Meski ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN