"Ya, ada apa, Pak Damar?" tanya Karina yang kini menatap wajah Damar. Tatapan Karina membuat Damar salah tingkah saat ini. Keringat dingin mendadak keluar dari dahi Damar. Karina justru khawair pada keadaan Damar saat ini. Ia takut jika laki-laki yang kini menatapnya itu sakit. "Pak Damar sakit? Kok pipinya merah dan dahinya berkeringat. Atau emang sedang panas, ya, sekarang?" tanya Karina sambil mengambilkan tisu untuk Damar. Hampir saja Karina mengusap keringat yang ada di dahi Damar. Kebiasaan saat bersama dengan anak-anak saat mereka berkeringat dan langsung dibersihkan oleh Karina. Karina lantas tersenyum canggung dan menyerahkan tisu itu pada Damar. Damar mengelap sendiri dahi yang berkeringat. "Rin ... aku tahu ini pasti mengejutkan buat kamu. Tapi, aku nggak mau diam saja. Aku

