97. Memaafkan

1135 Kata

"Mar, kita bahas di rumah. Ini lagi bahas acara buat Wulan. Kamu kok ya ada-ada saja," kata Anggi heran dengan sikap anak keduanya. "Kalo dah sampai rumah, pasti lupa, Ma. Habis makan malam aku ngantuk," kata Damar yang memang seperti itu adanya. Anggi hanya mengembuskan napas saja dengan tingkah sang anak kedua. Karina hanya tersenyum menanggapi obrolan mereka. Sesekali Damar melirik ke arah Karina. Bukan tidak menyadari lirikan laki-laki yang kini sibuk dengan bayi mungil itu, hanya saja, Karina tidak mau ada yang salah paham. "Ya, sudah. Jadi, sepakat nanti acaranya pas hari Kamis sore, ya, habis Magrib. Sekalian bisa salat bersama di sini," kata Nirina menutup obrolan itu. "Baiklah, Bu. Biar saya catat dulu," kata Karina yang sudah siap dengan buku dan pulpen. Karina tampak mencat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN