96. Harus Menunjukkan

1173 Kata

Hari sudah sangat larut, Karina belum bisa memejamkan mata sama sekali. Ia tidak habis pikir mengapa harus marah pada Damar. Padahal hanya masalah sepele saja. Masalah salah paham karena Damar lupa mengabari jika harus lembur. 'Padahal aku bisa saja pulang dan barang-barang itu bisa diantarkan oleh Pak Damar,' gumam Karina sambil membalik tubuh menghadap ke arah tembok. Karina benar-benar tidak habis pikir dengan tingkahnya yang sangat kekanakan itu. Entah pukul berapa, Karina akhirnya memejamkan mata. Pukul dua dini hari, Karina bangun dan segera membersihkan diri. Ia sudah terbiasa bangun pagi untuk membuat makanan. "Mbak Karina, nanti gantian sama Rina jaga di kantin kantor Batara?" tanya Bu Ana ingin memastikan jika rencana itu akan dilakukan. "Ya, Bu, setelah selesai buat makanan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN