95. Lupa

1180 Kata

Hingga pukul 17.15 WIB, Damar tak kunjung keluar dari lobby kantor. Karina tidak nyaman ketika banyak pegawai khusunya laki-laki menatap ke arahnya. Ia merasa risih dengan tatapan itu. Karina saat ini duduk di dekat pohon yang ada di taman. Ia menunggu Damar. Menunggu itu menyebalkan, kaki Karina digigit nyamuk karena hari semakin gelap. Astaga! Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Damar saat ini. Karina mendengkus kesal saat menatap ke arah pergelangan tangan. Sudah pukul tujuh malam. 'Sebaiknya aku telepon saja Pak Damar. Nggak tahu juga harus menunggu sampai jam berapa. Kalo tadi naik angkutan umum pasti sudah sampai panti sebelum Magrib.' Karina merogoh ponsel lalu mencari nomor milik Damar. "Halo, Pak. Maaf, ini saya harus menunggu sampai pukul berapa? Saya harus pulang ke panti." K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN