Maya menatap lekat wajah Giska. "Saya memang tidak mengenal kamu. Tapi, wajah kamu mirip sekali dengan adik ipar saya," ujar Maya. Pupil mata Giska melebar, ada rasa terkejut saat mendengar Giska menyebutnya mirip dengan adik ipar. Tapi, itu tak berlangsung lama. Giska malah tertawa keras, kemudian menatap tajam Maya. "Adik ipar yang mana maksud kamu? Adik Erwin?" tanya Giska ketus. "Kamu kenal Erwin?" Bukannya menjawab, Maya malah bertanya balik. Dengan angkuhnya Giska berjalan mendekat ke arah pagar. "Oh, jadi kamu belum tau? Kalau begitu, biar saya kenalkan diri saya dulu. Nama saya Giska Anatasya, istri sah Erwin Atalla," ujar Giska, memperkenalkan dirinya dan menekan kata istri diakhir kalimatnya. Maya memundurkan langkahnya pelan, seraya menggelengkan kepalanya. Dadanya bagai dih

