Gangguan iblis yang terkutuk

1813 Kata

Maya terbangun saat matahari sudah perlahan tenggelam ke ufuk barat. Tangannya meraba ke arah samping tempat tidurnya. Namun, ia hanya meraba sebuah benda bulat panjang yang empuk. "Di mana dia? Aku kira dia ikut tidur juga," gumam Maya, dengan suara serak khas bangun tidur. Suasana kamar mulai terlihat temaram. Gorden yang masih terbuka lebar, memperlihatkan lembayung senja yang terlihat indah. Menyadari hal itu, Maya gegas beranjak dari tempat tidur, berjalan menuju jendela kamar. "Sudah mau malam. Sepertinya aku tidur terlalu lama, sampai-sampai aku tidak sadar kalau sudah mau malam," gumam Maya, seraya menggeser gorden menutup jendela kamarnya. Maya berjalan menyusuri setiap ruang yang ada di rumah tak terlalu besar itu. Namun, dirinya tak kunjung menemukan keberadaan Erwin. "A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN