Giska mengamuk

1503 Kata

Setelah merasa tersindir dengan kata-kata Maya. Erwin memilih untuk diam, ia tidak mau membahasa masalah apapun lagi sekarang. "Apa aku boleh tanya sesuatu?" Maya kembali membuka pembicaraan. "Apa?" tanya Erwin, tanpa menoleh ke arah Maya. "Apa kamu punya saudara?" tanya Maya, ia teringat dengan foto Erwin yang tengah menggendong seorang wanita di punggungnya. Kali ini Erwin tidak bisa, tidak menoleh. Pertanyaan yang menurut Erwin aneh, membuat ia mulai merasa tidak nyaman. "Maksud kamu?" "Maksudku, kamu punya saudara lain atau tidak? Kenapa kamu bertanya lagi?" sahut Maya, menautkan kedua alisnya bingung. "Kenapa kamu bertanya soal itu? Apa ada yang mengganggu pikiran kamu?" tanya Erwin curiga. Maya mengangguk cepat. "Tadi saat di rumah ibu, aku tidak sengaja melihat pigura kecil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN