Erwin yang awal kepergian Maya merasa terpuruk, kini mulai bangkit dan bersemangat. Setelah ia berhasil mendapatkan akta perceraian, Erwin gegas pergi ke salon khusus pria. Persiapan harus matang, guna menjemput sang pujaan hati. "Rapi sekali hari ini Win, mau ke mana?" tanya bu Sartika, tersenyum senang melihat perubahan sang putra. "Mau ke salon Bu, mau merapikan rambut sekalian jambang dan kumis," jawab Erwin, mendekat ke arah sang ibu. "Oh begitu, baguslah kalau kamu sudah kembali memperhatikan diri kamu sendiri. Jangan terlalu larut dalam keterpurukan dan masa lalu. Tatap masa depan dan berjalan maju. Pergilah, persiapkan semuanya! Lusa kita berangkat menjemput Maya," ujar sang ibu, menepuk pundak Erwin lembut. Dengan langkah pasti, Erwin berjalan cepat menuju mobilnya yang terpar

