Keduanya kini duduk berjauhan di dalam ruang sidang. Saat tangan hakim terangkat ingin mengetuk palu. Giska berdiri seraya berteriak mengatakan jika dirinya sedang hamil buah cintanya bersama Erwin. Mendengar teriakan Giska, semua yang berhadir dalam sidang langsung menoleh ke arah Giska. Tidak terkecuali Erwin dan sang ibu. Giska terlihat santai, saat ia menjadi pusat perhatian semua orang. Dengan langkah pasti, ia berjalan ke arah meja hakim. "Apa yang saudari katakan itu benar? Saudari hamil?" tanya Hakim, menatap Giska dan Erwin bergantian. Erwin yang merasa ditatap hanya menggelengkan kepalanya menampilkan senyum sinis. "Kamu benar-benar melakukannya Gis. Teruskan saja, dan lihat apa yang terjadi!" batin Erwin. Tak mau bercerai dengan Erwin dan kehilangan pundi-pundi rupiahnya. G

