Maya kembali ke kehidupan sebelumnya. Berjuang dan bekerja keras untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. Berjualan kue seperti biasanya, sebelum ia menikah dan bertemu dengan Erwin. "May, kamu jualan kue lagi?" tanya bi Titin, masuk ke rumah Maya melalui pintu belakang yang terbuka. Hampir saja adonan kue yang Maya buat jatuh karena terkejut dengan kehadiran sang bibi yang tiba-tiba. "Kalau masuk ke rumah itu ucap salam dulu, Bi! Hampir saja adonan kuenya jatuh," sungut Maya, meletakkan adonan ke samping tempatnya duduk. Bukannya minta maaf, bi Titin malah melenggang masuk mendekati Maya. "Salah kamu sendiri May, kenapa juga bikin kue melamun! Kalau sedang melakukan pekerjaan itu fokus! Bukan malah seperti ini," ujar bi Titin, mencomot satu kue yang sudah matang di nampan. Melihat kela

