Malam hari di rumahnya bersama Maya, Erwin duduk melamun di atas kasur. Kini tak ada teman lagi, ia hanya terdiam seorang diri. Wanita yang sudah berhasil merebut hatinya, kini sudah pergi entah ke mana. "Apa kamu pulang ke desa asal kamu, May? Aku kesepian May," gumam Erwin, suaranya terdengar lirih. Kini tepat satu minggu berlalu setelah kepergian Maya. Erwin masih belum berani menyusul sang istri, walaupun Erwin yakin, jika saat ini Maya pulang ke rumah di mana dirinya pernah mengikrarkan kata-kata sakral saat ijab qabul. Tengah asyik melamun seorang diri. Dering ponsel terdengar nyaring, membuyarkan lamunannya. "Ibu? Ada apa ibu meneleponku malam-malam begini?" gumam Erwin mulai bertanya-tanya. Tanpa menunggu lama, Erwin langsung menjawab panggilan masuk dari sang ibu. "Iya Bu,

