Maya mengekor berjalan di belakang sang bibi. Pikirannya terus bekerja berkelana memikirkan siap yang datang menemuinya. Sesampainya Maya di rumah sang bibi. Pupil matanya melebar sempurna. "Kamu?" Suara Maya terdengar bergetar. "Eh, kamu sudah pulang? Dari mana saja kamu? Cari uang atau dagang?" tanya tamu yang tak lain adalah Giska. "Mau apa kamu ke sini?" Maya menatap tajam ke arah Giska. "Tidak mau apa-apa. Aku cuma mau kamu jauhi Erwin sejauh mungkin! Itu saja," ucap Giska dengan santainya, namun dengan penekanan. Bibi Titin dan suaminya yang berdiri tidak jauh dari tempat Giska dan Maya terkejut mendengar kata-kata Giska. Tak terima mendengar Giska mengatakan itu, bibi Titin maju satu langkah seraya bertolak pinggang. "Heh, kenapa kamu meminta keponakan saya menjauhi suaminya

