Perhatian Maya masih tertuju ke arah wanita cantik yang tak lain adalah Giska. Giska berjalan dengan anggunnya menggunakan dress minim yang terlihat serasi dengan postur tubuhnya yang langsing dan putih. "Wanita itu mirip sekali dengan wanita yang ada di foto rumah ibu. Tapi, bukannya pria itu bilang, adiknya sudah meninggal beberapa tahun lalu? Apa hanya mirip saja?" gumam Maya. bertanya pada dirinya sendiri. Maya mencoba berpikiran positif. "Bukannya orang bilang, di dunia ini ada tujuh kembaran? Bisa saja wanita cantik itu hanya kebetulan mirip. Dan, itu salah satu kembaran adik Erwin yang ada di dunia ini," Tak mau berpikiran buruk yang membuat suasana hatinya memburuk. Maya mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan berjalan dengan arah yang berlawanan. Kakinya terus melangkah, hi

