Lupakan semuanya

1013 Kata

Maya menatap Erwin dalam. Rasa iba menyelusup dalam hatinya. Pria angkuh dan sombong saat pertama kali ia kenal, kini terlihat begitu rapuh. Air mata Erwin bahkan jatuh menetes, tanpa sadar Maya menahan dengan telapak tangannya. "Berhentilah menangis! Pria tidak pantas menangis, apalagi di depan wanita," ujar Maya, suaranya bergetar mengatakan itu. Erwin mendongak menatap Maya. Tatapan penuh harap, membuat Maya akhirnya juga ikut meneteskan air matanya. "Maafkan aku May. Aku benar-benar menyesal. Kali ini aku benar-benar jujur. Sekarang keputusan ada di tangan kamu. Apapun yang kamu putuskan, aku siap menerimanya," ujar Erwin. Pada akhirnya Erwin memilih untuk menerima apapun keputusan Maya. Ia sadar, seberapapun hatinya menginginkan Maya untuk kembali lagi. Ia tak mungkin bisa memaks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN