"Kenapa kamu marah May? Seharusnya kamu senang, pak Erwin sudah menceraikan wanita tidak tau diri itu dan lebih memilih kamu. Bagaimana sih cara berpikir Maya ini?" gerutu bi Titin, kesal sendiri mendengar kata-kata Maya. Bu Sartika menatap tidak suka ke arah bi Titin dan membuka suara. "Seharusnya anda tidak marah mendengar kata-kata Maya. Apa yang dipikirkan dan dikatakan keponakan anda ini memang sudah selayaknya dipikirkan oleh wanita yang menghargai wanita lain. Terlepas wanita yang ia hargai jahat atau baik," Bi Titin terdiam mendengar kata-kata mertua keponakannya. "Menghargai sih menghargai Bu. Tapi menghargai itu harus kepada orang yang tepat. Sedangkan wanita itu tidak pantas Maya hargai. Sombong, angkuh, enak saja mengatakan keponakan saya jalang," Balas bi Titin, kini terden

