Sambil menggenggam ponselnya, Erwin menatap nyalang Maya. "Jangan pernah menyentuh barang pribadi milik saya!" ujar Erwin, memperingati Maya. "Saya tidak berniat menyentuhnya," sahut Maya membela diri. "Tidak berniat kamu bilang? Lalu, yang tadi itu apa?" bentak Erwin, tidak bisa menahan kemarahannya lagi. Baru saja Maya membuka mulutnya, Erwin dengan cepat menyelanya. "Tidak usah membela diri lagi! Harusnya kamu tau batasan kamu itu!" Erwin langsung bergegas keluar dari kamar. Maya hanya bisa terdiam, sambil menatap Erwin yang sudah hilang dari pandangannya. "Aku tidak sedang membela diri, aku memang tidak berniat menyentuh benda miliknya. Kenapa dia marah berlebihan sekali? Siapa Giska? Apa dia menyembunyikan sesuatu?" gumam Maya, memilih duduk di tepi tempat tidur. Semua kata-

