Perlahan Maya membuka jendela kamarnya. Walaupun was-was, namun sudut hatinya terasa yakin, jika itu benar-benar Erwin. "Kamu? Sedang apa di sini?" tanya Maya, terkejut saat tau itu benar-benar sang suami. "Ya, untuk memanggil kamu lah, apa lagi? Hampir setengah jam aku mengetuk pintu luar, kamu malah tidak membukanya. Terpaksa aku ke sini, itu pun juga harus menunggu lama baru kamu buka jendela ini," sungut Erwin, masih berdiri di luar jendela. "Astaga! Jadi kamu sudah lama di sini? Maaf, tadi aku tidur. Kenapa pulang tidak bilang? Aku pikir, kamu menginap di sana. Lagi pula, kamu juga bilang jangan menunggu kamu. Jadi aku tinggal saja tidur," terang Maya, membela diri. "Hem, kamu benar juga. Sudah lah, nanti saja membahas itu. Sekarang bantu aku masuk dulu!" titah Erwin, mengulurkan

