Erwin terus memikirkan ancaman Giska. Ia tahu benar, bagaimana Giska. Wanita yang sudah ia nikahi bertahun-tahun itu, tipe perempuan nekat. Ia pasti akan melakukan apapun untuk mencapai keinginannya. Termasuk menceritakan semuanya pada Maya. "Ayolah otak! Jangan diam saja, cepat pikirkan! Aku tidak mau kehilangan Maya, tapi aku sudah terlanjur janji pada Giska. Bagaimana kalau Giska benar-benar menemui Maya? Sedangkan Maya tidak tau apa-apa. Ia hanya tau, kalau aku menikahinya hanya sebatas melunasi hutang piutang bibinya. Dia tidak tau, kalau selama ini aku sudah punya istri. Bagaimana ini? Maya pasti marah, ia pasti kecewa... Aku takut... aku takut kamu meninggalkan aku, May," gumam Erwin, memijat keningnya. Sudah beberapa jam Erwin berdiam diri di dalam ruang kerjanya. Sampai malam me

