Namanya, Keluarga.

1373 Kata
November, 2018. Kesya tengah berdiskusi dengan Zia, Cello dan juga Kean. Sedangkan Lean dan Dena memilih pulang karena tugas mereka telah usai. “Lu begadang selesein segini banyak sendirian?” tanya Cello dengan tangan yang masih memegang sebuah dokumen laporan pertanggung jawaban kepengurusan mereka “Mana ada, itukan kmaren kita kerjain bareng” elak Kesya “Eh Siti! Kemaren baru pendahuluan doang ini udah 20 lembar gimana ceritanya” Cello kekeh “Jangan rajin-rajin napa Key, gue jadi enak hehehe” ucap Zia “Yeee orang satu inimah enaknya doang” Cello, selalu ribut dengan Zia “Thanks ya Key, beruntung banget punya sekre kek lu” timpal Kean “Sans elah tugas gue” ujar kesya “Divisi apa aja nih yang udah jadinya?” tanya Zia “Baru Jarter (jajaran teras), pampas sama perlap. Laporan keuangannya lagi dibuat Dena” jelas Kesya “Jadi, Binlat kesehatan humas aja ya?” tanya Kean “Iya, sama tambahan dokumentasi ada di fd gue” tambah Cello “Oke, berhubung masih jam 4 sore. Sholat dulu istirahat, nanti balik sini lagi kita mulai garap lagi” jelas Kean dan diangguki oleh ketiganya --- Setelah selesai melaksanakan sholat ashar, Zia dan Kesya memilih untuk berdiam dikantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan minta di isi. Dihadapan mereka, terdapat dua buah mangkok bakso yang telah mereka habiskan isinya. Sedari tadi Kesya menyunggingkan senyumnya melihat isi ponselnya. Zia yang merasa di abaikan akhirnya protes “Lu abis patah hati jadi gila ya key” Jangan lupa, beberapa bulan yang lalu Kesya patah hati wkwk Kesya yang merasa terpanggil akhirnya menolehkan kepalanya. Lalu hanya tersenyum menanggapi Zia “IH KOK BIKIN PENASARAN SIH KEY!” protes Zia “Haha duh gue mo cerita tapi pasti lu heboh banget” “Apaa?” “Ada deehhh” “TUHKAN! Kok lu gitu sekarangg?” “Janji jangan heboh” “IYAAA” “Nih baca sendiri” Kesya memperlihatkan kolom chat dirinya dengan Jefferey Jefferey Adreksa Pulang bareng aku Aku pulang malem deh kayaknya Gapapa? Jstru itu Yaudah jam 9 ya Mlem bgt? Harus selesein laporan hari ini juga Kamu di kampus? Semangat Iya, rapat hima KAN CAPEK KALO JEMPUT AKU DULU Ga cape Gaada penolakan Kang maksa Yg penting km suka Pede banget Buktinya nerima ditembak Aku anak baik aku diam HAHAHA gemes Vania juga pulang malem? Engga, dia gaada latian hari ini Cuma berempat pulang malem Siapa aja? Jarter Ya siapa aja key Aku, Zia, Cello, Kean ADA COWOK? Kan ketua sama wakilnya emang cowok Ydh SPJ BANGET?? Biasanya jg gitu kan? Hhhhh iya si Nanti kabarin aku kalo kmu sampe ya Semangatt kamuuu Ok Semangatt! Jangan ditanya bagaimana ekspresi wajah Zia saat ini. “DEMI APA LU PUNYA PACAR?!” Teriak Zia. Beruntunglah kantin saat ini hanya diisi oleh beberapa adik kelas yang akan ekskul futsal saja “sut diem anjir malu” “Kok bisa Key?” tanya Zia penasaran, “Namanya Jefferey? Kok ga asing sih?” “Kakaknya Vania” “ANJIR KELUARGANYA ADREKSA?!” kembali, satu kantin menoleh ke arah mereka “ah balik ayok malu gue ngobrol ama lu” “Ceritain dulu key gamau tau” “Ya jangan teriak teriak makanyaaa” “iyaa oke” Akhirnya kesya menceritakan bagaimana perkenalan singkat antara ia dan Jefferey yang ternyata bisa sampai pada tahap berpacaran seperti saat ini --- “Akhirnyaaa selesaiiii” beo Zia Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, sesuai prediksi kesya “Gile mantep bet lembur” ujar Cello “Thanks ya guys, besok gua traktir dah” ucap Kean -- Tring Suara ponsel kesya berbunyi Jefferey Adreksa Sampe Waittt “Eh gue duluan ya, udah dijemput” pamit kesya pada ketiga temannya, “Zi mau bareng ga?” “Gue bareng Cello Key” jawab Zia “bareng siapa Key?” tanya Kean “Ada. Gue duluan” ucap kesya enggan untuk menjawab itu pacarnya. Lebih tepatnya, ia malas memberi tahu orang lain tentang hubungannya Sepeninggal kesya, kean bertanya kepada Zia dan Cello. Zia pura pura menjawab tidak tahu, karena sudah berjanji kepada Kesya --- Sebuah mobil BMW berwarna putih terparkir di gerbang depan sekolah kesya. Lalu seorang pria yang sangat kesya kenali turun dari mobil tersebut menampilkan senyum manis sang pria Kesya buru buru menghampirinya “Lama ga kak nunggunya?” “Kak?” ah kesya melupakan bahwa Jefferey tidak suka dipanggil kak oleh kesya, kesannya seperti adik kakak katanya “Ah, kamu lama ga nunggunya?” “Engga kok, ayo masuk dingin” Keduanya pun memasuki mobil, namun tidak langsung menjalankan mobil tersebut “Ganti mobil kak?” “Lagi service yang kemarin, kenapa? Ga suka ya?” Kesya menggeleng, Jefferey mengerutkan dahinya “jujur aku kurang nyaman naik lambo kamu, berasa jadi artis diliatin banyak orang kalo turun. Jadi kalo bisa request mending naik mobil biasa aja hehe” Ah, berbeda sekali dengan wanita yang sering Jefferey temui. Batin Jefferey “yaudah aku pake ini terus deh kalo sama kamu” ucap Jefferey mengelus kepala kesya “Eh ga gitu, itu terserah kamu kok” ucap kesya tak enak “gapapa sayaangg” Blush. Pipi kesya memanas dipanggil sayang “kamu baru pulang dari kampus?” “engga, abis nongkrong sama anak-anak” “Hooo” “Capek ga?” tanya Jefferey “Sedikit” “langsung pulang atau?” “pulang aja ya, aku mau belajar” “istirahat key bukan belajar” “iya istirahat” bohong kesya agar Jefferey tidak mengomelinya Akhirnya mobil putih tersebut mulai berjalan meninggalkan parkiran --- Setibanya di rumah Kesya “mau mampir dulu ga?” “gausah ya, besok aja udah malem” “yaudah aku masuk ya?” “key” “hm?” “peluk dulu, kangen” Ah kenapa jefferey yang dingin ini menjadi sangat manja “Hahaha” akhirnya kesya menghambur ke pelukan Jefferey. Jujur, ia pun butuh pelukan seperti ini, hanya Jefferey yang dapat memberikannya Setelah 5 menit, pelukan pun terlepas “masuk ya” “hm” “daah, hati-hati nyetirnya” “good night” “night” Ucap kesya lalu turun dari mobil tersebut dan segera memasuki rumahnya. --- Baru saja membuka pintu, lampu ruang tamu yang tadinya gelap tiba tiba saja kembali terang benderang. Disana, bunda dan sang papah sedang memperhatikannya “BAGUS KAMU KESYA. PANTAS SEMESTER 4 JUARA 2 SEKARANG SAJA PULANG MALAM! MAU JADI APA KAMU” teriak sang ayah “aku udah izin papah tadi sore” “TAPI TETAP TAHU WAKTU! INI JAM BERAPA ANAK GADIS BARU PULANG HAH?! INGAT TARGET KAMU! UNTUK APA BERMIMPI KALO GAADA USAHANYA SAMA SEKALI KESYA” “Sudah Key, masuk kamar sana. Belajar ya” “SEMESTER INI KAMU MASIH JUARA 2. KELUAR DARI EKSKUL GAK JELAS KAMU ITU!” “Pah, aku sekre paskibra ga mungkin keluar gitu ajaa” “GA PENTING! SAYA TIDAK PEDULI. MASUK BELAJAR!” Ah selalu saja seperti ini Kesya melangkahkan kakinya menuju kamarnya, ia sempat melirik kamar kedua abangnya. Kamar disampingnya sangat sepi karena sudah lama sekali bang arkan meninggalkan kamar tersebut, sedangkan kamar didepannya juga tampak sepi sepertinya bang arga pun belum kembali dari kampusnya Tak adil rasanya, hanya ia yang selalu dituntut akan banyak hal Ia dituntut untuk memenuhi mimpi orang tuanya. Ia melupakan mimpinya sejak dulu --- Setelah menyelesaikan acara bersih-bersihnya, Kesya mulai membuka laptopnya. Memulai acara belajar sesuai instruksi kedua orang tuanya. Sejak kedua kakaknya menentukan jurusan yang tidak berhubungan dengan cita-cita kedua orang tuanya, kesya menjadi anak yang sangat ambis. Lebih tepatnya terpaksa ambis. Kedua orang tuanya menuntut ia untuk belajar bisnis atau kedokteran. Hanya itu pilihan yang dapat kesya pilih. Padahal sedari dulu ia tertarik dengan jurusan yang berhubungan dengan alam dan pangan. Namun, sepertinya cita-citanya tidak akan terwujud, taka da seorang pun yang mengetahui cita-citanya tersebut. Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 2 malam. Sudah 5 jam lamanya ia belajar. Lupa, hari ini ada laporan pertanggung jawaban yang akan memakan waktu lama dan menguras tenaga. Kesya akhirnya memilih untuk tidur.. Fyi, laporan pertanggung jawaban ini akan dilakukan 2 kali. Pertama dilakukan dengan lingkup paskibra dan pesertanya adalah Pembina, anggota, perwakilan osis dan mpk serta para alumni paskibra. Sedangkan yang kedua dilakukan secara besar-besaran bersama dengan seluruh ekstrakurikuler yang akan dilaksanakan setelah uts nanti.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN