Jefferey dan Paniknya

1312 Kata
TIME SKIP ------------------------------------------------- November 2018 Jefferey sedang menikmati secangkir kopi dengan ketiga temannya. Disebuah kafe yang jaraknya dekat dengan kampusnya. “Lu dari kapan dah putus ama si Lea jeff?” tanya salah satu kawannya, Dio. “Dah lama” jawaban simple Jefferey “bagus dah, ulet bulu kek dia emang harus dijauhin” timbal kawan lainnya, Kai Perbincangan ala pria terus mereka lanjutkan, namun tentu saja Jefferey hanya menimpali sesekali. Fokusnya teralihkan kepada seorang gadis yang memasuki kafe dengan menggunakan hoodie simple menenteng sebuah tas yang terlihat sangat berat. senyum Jefferey mengembang Ternyata tidak hanya Jefferey yang memperhatikan, Kris yang duduk disamping Jefferey pun tak kalah “Eh liat ada degem” ucap Kris “mana?” tanya penasaran kai “itu tuh dipojok pake hoodie, gemes banget anjir tasnya lebih gede dari badannya” tunjuk Kris panjang lebar Mendengar penjelasan Kris, Jefferey menatap tajam teman-temannya tak suka. Yang ditatap tak menghiraukan karena sibuk membicarakan kesya “Jangan dia” ucap Jefferey akhirnya “why jeff?” tanya dio penasaran “Pacar gue” jiah pacar “WHAT?!” semua mata kini tertuju ke meja mereka “Berisik anjir malu gue” Kai “Jangan becanda lu Jeff” ucap Kris “Hmm, gue samperin” Jefferey beranjak dan menghampiri kesya yang sedang sibuk dengan laptop dihadapannya. Tak sadar Jefferey sudah beberpa detik diam dihadapannya “Key” ucap jeff akhirnya Kesya mendongakkan kepalanya, sedikit terkejut banyak bengong “Kak Jefferey?!” “ngapain?” tanya Jefferey “Nugas kak” “Kenapa disini?” “Aku lagi nginep dirumah oma, gaada wifi jadi kesini hehe sekalian besok mau survei kampus” “survei kampus?” “iya, niatnya mau kuliah di kampus daerah sini” “Universitas Merah Putih?” “Kok kakak tau?” “Kampus gue” “wah syukur deh gue ada kenalan hehe itupun kalo kakak mo kenal aku entar” “pasti kenal” Kesya hanya mengangguk anggukan kepala, kembali sibuk dengan tugas paskibranya. Ia harus segera menyelesaikan laporan karena minggu depan acara persidangan akan dilaksanakan Jefferey tidak mengalihkan matanya dari kesya, ia menyunggingkan senyum ketika kesya fokus dengan laptop dihadapannya ia tampak sangat cantik dan gemas dalam bersamaan “sorry ya kak, aku ga bisa multitasking ngomong sambil nugas hehe” “its ok gue ga akan ganggu kok” Merasa tak enak hati, akhirnya kesya memilih untuk mensave dokumennya dan menutup laptopnya. “Udahan?” tanya Jefferey. Kesya hanya mengangguk “kak Jefferey kenapa disini?” “Lagi nongkrong” “hoo. Oiya kak, cerita dong kampus kakak gimana?” tanya kesya antusias Melihat bagaimana antusiasnya kesya bertanya, Jefferey gemas lalu tangannya terangkat mengelus kepala kesya sebentar. Kesya terkejut, jantunya kenapa tidak mau berhenti berdetak dengan kencang. “Biasa aja, gaada yang menarik” ucap Jefferey, “soalnya yang menariknya belum masuk kampus gue” “Apa yang menarik” “Lo” blush pipi kesya memerah, Jefferey semakin gemas “Key” ucap Jefferey memulai kembali obrolan, “Lo hutang traktir ke gue” “EH IYA! Yah aku ga bawa uang banyak sekarang kak” Panik kesya “Jangan traktir makan” “Ha? Terus apa?” “jalan” “HA?!” “Besok jalan sama gue sekalian gue ajak keliling kampus” Kesya hanya cengo, bingung dia apa yang ia dengar ini real atau hanya mimpi “mau kan?” tanya Jefferey kembali “Ah iya oke kak” “ayo balik” ajak Jefferey Kesya mengangguk lalu mengikuti langkah Jefferey, ketika melewati meja teman-temannya, suara ketiganya memenuhi pendengaran Jefferey dan kesya “Jiah temen mah dilupakan” ucap kai “Hai dede gemes” ucap Kris “Hati-hati de, dia makan orang” ucap dio Kesya diam bingung harus menanggapi apa “gausah ditanggepin” ucap Jefferey pada kesya “cabut duluan” ucapnya Jefferey pada kawan-kawannya lalu menarik tangan kesya pelan “JANGAN DICULIK JEFF HALALIN DULU” Ucap kai berteriak, malu-maluin. --- Hari yang ditunggu Jefferey tiba, ia sudah memastikan bahwa ia suka dengan kesya. Ia tak pernah seyakin ini. Kesya Adipraja Gue otw Okee, hati-hati kak Ah hal sesimple itu, kenapa hati Jefferey bisa sangat menghangat “Chatan ama siapa bang senyum senyum begitu?” Tanya Vania yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik sang kakak yang sedikit mencurigakan “kepo” jawab meledek Jefferey “DIH. EH BENTAR” ada yang aneh, pikir Vania “TUMBEN ABANG UDAH BANGUN JAM SEGINI DI WEEKEND” “mau ngedate” ucap Jefferey lalu pergi meninggalkan Vania yang penasaran “ABANG SAMA SIAPAAA WOIIII SAMA KAK KEY BUKAANNN?!” Tak ada jawaban. Jefferey sudah pergi dengan Lamborgini hitamnya **Kafe Lampion Setelah berjam-jam keliling kampus, akhirnya mereka memilih untuk pergi ke kafe yang semalam mereka kunjungi. Pasalnya, kesya ingin mencoba kopi yang sangat terkenal enak di kafe tersebut “diem disini, gue yang pesenin” ucap Jefferey “okee makasi kaa” Tak butuh waktu lama, Jefferey kembali dengan 2 cangkir kopi di nampan yang ia bawa “bisa minum kopi?” Tanya jeff, takutnya kesya memiliki penyakit magh Kesya tak menjawab, ia langsung meminum kopi yang dibawa oleh Jefferey. “waw ternyata emang enak kak” ucap kesya setelah 1 tegukkan ia minum “lucu” ucap Jefferey pelan “yakin gak mau makan?” tanya Jefferey memastikan pasalnya kesya sudah memperingati bahwa ia tidak mau makan dan jika Jefferey memaksa membeli maka akan mubadzir “Kalo kakak laper gapapa makan aja” ucap kesya “Gue ga laper” Keduanya beberapa saat diam, diselingi dengan kesya yang meminum kopinya yang tinggal sedikit “Key” ucap Jefferey membuka suara Kesya memandang mata Jefferey yang memandang lurus masuk kedalam retinanya “Gue suka lo” ucap Jefferey pasti. Mata kesya membulat, ia terkejut. Kok bisaa bagaimana bisaa “Haha becandanya kurang lucu kak, dikit lagi deh” “Muka gue kayak orang becanda?” “I-ini serius?” “Kenapa? Ga suka gue ya?” “ga gitu kak” “Jadi suka gue?” Kesya diam “Diem berarti iya” “Iya” ucap kesya pelan Ah senang sekali Jefferey, ternyata ia tidak bertepuk sebelah tangan “Jadi pacar gue?” Tanya Jefferey dan kesya mengangguk. Jefferey gemas dan mengusap pelan kepala sang kekasih jiah kekasih gak tuh ---- Keduanya kini tengah didalam mobil Jefferey, bukan tanpa alasan. Jefferey melihat kesya yang mulai terlihat pucat “Key, u okay?” tanya Jefferey khawatir. Kesya hanya mengangguk namun tangannya terus memegangi perutnya dengan pelipis yang penuh dengan keringat “Key jangan bikin khawatir, mana yang sakit? Rumah sakit ya?” Tanya Jefferey sembari terus mengelus kepala kesya “Magh a-aku a-aja kok kak” ucapnya terbata bata ditengah kesakitannya “LU ADA MAGH?! Astaga keyyy kenapa minum kopiiii” ternyata kekhawatiran Jefferey benar Tanpa pikir panjang, Jefferey melajukan mobilnya menuju rs dengan tangan yang terus menggenggam tangan sang kekasih ---- Kini kesya tengah tertidur di brangkar rumah sakit. Dokter bilang kesya sering meninggalkan makan, lambungnya tidak kuat terhadap kafein. Jefferey merasa bersalah, sangat. “Maaf” ucap jafferey disamping brangkar kesya memegangi tangan sang kekasih Kesya membuka matanya, ia tersenyum kepada Jefferey “Maaf key” ucap Jefferey “Kenapa minta maaf, aku yang minta maaf repotin kamu” eh sejak kapan keduanya kini berubah menggunakan aku kamu “jangan minum kopi lagi” Kesya mengangguk. “Boleh pulang sekarang?” tanya kesya “kenapa pulang?” “Aku janji pulang ke rumah hari ini. Udah izin oma juga tadi” “rawat inap aja key” “Jee aku gapapa” ah nama panggilan sayang “aku khawatir” Kesya menyunggingkan senyumnya lalu merentangkan tangannya agar Jefferey memeluknya Jefferey langsung memeluk kesya dengan sangat erat “Jangan sakit lagi, jangan minum kopi, makan teratur, sehat terus. Ok?” Ah kenapa jadi bawel gini seorang Jefferey “hmm janji” ucap kesya meyakinkan Jefferey.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN